Breaking News

Pages

Tampilkan postingan dengan label Mesin Otomotif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mesin Otomotif. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 Juni 2015

Cara membuat flasher 2 pin




Flasher merupakan sebuah alat penunjang keselamatan kendaraan bermotor dimana fungsi flasher untuk menyambung dan memutuskan tegangan listrik ke lampu sein secara periodik sehingga menghasilkan kedipan sebuah lampu, sehingga pengemudi di sekitar kendaraan kita akan akan mengetahui arah kendaraan kita selanjutnya.

Oke langsung saja ini bahan dan rangkaian flasher 2 Pin :


Bahan

1. Relay kaki 4 (pake aja relay punya mobil)

2. Kapasitor 4700 uF

3. Resistor 180 ohm


 Rangkaian

Oke sekian postingan kali ini, terimakasih . . . . 


Read more ...

Minggu, 31 Mei 2015

Tutorial membuat pengaman Sensor sentuh



Selamat siang semuanya kali ini saya akan memberikan tutorial cara membuat pengaman sensor sentuh untuk speda motor, oke gak usah panjang lebar langsung aja ini bahan” nya :

Bahan

  1. Relay  8 PIN 12v DC (1buah)
  2. Transistor A564 (2buah)
  3. Dioda 1A (1buah)
  4. Elco 25v 47mF (1buah)

Peralatan

  1. Solder
  2. Tenol/Timah
  3. Kabel  4 Buah,*Misal (merah, hitam, hijau, biru)
  4. Lem bakar
  5. Solasi
rangkaian dan cara pemasanganya silahkan download disini




Oke silahkan dicoba kalau ada yg kesulitan silahkan komentar di bawah
Read more ...

Sabtu, 04 April 2015

SUAIAN - Teori Pengukuran


Yang dimaksud sistem suaian adalah deret dari pasangan toleransi ISO untuk lubang dan poros yang disusun secara sistematik. Untuk penyusunan ini diperlukan suatu basis (dasar). Dengan basis itulah disusun dua macam suaian, diantaranya:
1.      Sistem basis lubang 
      Pada sistem ini deret pasangan suaian disusun dengan basis toleransi H, artinya: 
  -          Lubang memiliki toleransi H 
        -          Poros dapat memiliki toleransi a s/d zc
            Ukuran terkecil yang diijinkan dari lubang dipakai sebagai ukuran nominal/garis nol. 
      2.      Sistem basis poros
             Pada sistem ini deret pasangan suaian disusun dengan basis toleransi h, artinya:
       -     Poros memiliki toleransi h
       -           Lubang dapat memiliki toleransi A s/d ZC
      Ukuran terkecil yang diijinkan dari poros dipakai sebagai ukuran nominal/garis nol.


Ada 3 jenis suaian yang mungkin terwujud :
  1. Suaian Longgar ( Clerance Fit ) : yang selalu akan menghasilkan kelonggaran ( clearance ). Daerah toleransi lubang selalu terletak di atas toleransi poros.
  2. Suaian Paksa ( Interference Fit ) : yang selalu akan menghasilkan kerapatan ( interference ). Daerah toleransi lubang selalu terletak di bawah toleransi poros. 
  3. Suaian Pas ( Transition Fit ) : yang dapat menghasilkan kelonggaran ataupun kerapatan. Daerah toleransi lubang dan daerah toleransi poros saling berpotongan  (sebagian saling menutupi)  
 
Adapun faktor-faktor untuk memilih basis suaian, adalah sebagai berikut :
  1. Macam / jenis pekerjaan.
  2. Ongkos pengerjaan komponen-komponen yang harus dibuat.
  3. Harga komponen-komponen yang dapat dibeli di pasaran/ dipesan dari pabrik lain. 
  4. Biaya pembelian perkakas potong dan alat ukur.
  5. Kemudahan dari segi perancangan, pembuatan dan perakit.


Sedangkan untuk pemilihan kualitas suaian, diantaranya :

  1. Kualitas “sangat cermat” Untuk komponen dengan sifat ketertukaran tinggi ( terutama bagi suaian paksa,dan berbagai alat ukur ) 
  2. Kualitas “cermat” Untuk komponen mesin pada umumnya, seperti mesin perkakas, kompresor, motor bakar, motor listrik dan sebagainya. 
  3. Kulaitas “agak cermat” Untuk alat transmisi, kopling, batang penggeser pada rumah roda gigi, dsb.
  4. Kualitas “kurang cermat” Untuk komponen yang tidak kritis, akan tetapi jaminan atas sifat ketertukarannya masih ditekankan. Apabila komponen tersebut sifatnya tetap ( tidak bergerak ), diperlukan alat penguat seperti pasak, ring penekan dsb. 

Tabel 1.3 Suaian
Sistem Basis Lubang
Karakter Suaian
Sistem Basis Poros

Lubang
Poros
Lubang
Poros

H
a  b  c  cd  d  e     ef  f  fg  g h
Suaian Longgar
A  B  C  CD  D  E  EF  F  FG  G  H
h


js  j  k  m  n
Suaian Transisi
JS  J  K  M  P


p  r  s  t  u  v  x     y  z  za  zb  zc
Suaian Sesak
P  R  S  T  U  V  X  Y  Z  ZA  ZB  ZC


Tabel 1.4 Penggunaan Jenis Suaian 




Read more ...
Copyright @ Dwi Teguh